selamat berjihad kawan-kawan PII senusantara.. lahirkan kader-kader pemersatu ummat pejuang syariah.. semoga training liburan ini sukses..

Selasa, 07 Juni 2011

Persyaratan LBT & LIT Jakarta, Juli 2011


1.      Telah mengikuti Pra-Basic PII ( Trainig, Kursus / Ta’lim )
2.      Usia Min. 13 th & Max. 20 th
3.      Mendapat mandat dari PD PII setempat.
4.      Mampu membaca Alquran dan memiliki hafalan 5 surat-surat pendek
5.      Mendapat izin dari orang tua/wali
6.      Membawa Alquran terjemah
7.      Melampirkan 3 buah foto terbaru ukuran 3 x 4
8.      Membawa perlengkapan pribadi. :
-          Al Quran terjemah dan alat shalat, Ikhwan ( Peci dan Baju Muslim ), Akhwat ( Mukena )
-          Alat belajar (buku, polpen dll)
-          Membawa buku-buku keislaman, psikologi, ilmu-ilmu social kepemimpinan dll.
-          Alat Mandi dan Tidur
-          Alat makan
9.      Bersedia mengikuti kegiatan sampai akhir
10.  Bersedia diwawancara dan bersedia dipulangkan apabila gagal dalam proses wawancara
Persyaratan Leadership Intramedite Training 2011
1.      Telah lulus Leadership Basic Training ( 6 bulan )
2.      Pernah mengikuti kursus / ta’lim pasca Batra
3.      Diutamakan yang sedang aktif / pernah aktih dalam kepengurusan structural PII
4.      Mendapat mandate dari PD / PW PII setempat
5.      Mendapat izin dari orang tua / wali
6.      Mampu membaca Al-Qur’an dan hafal Min.10 surat pendek
7.      Membuat resensi buku, dengan judul (pilih salah satu:
Ditulis dalam bentuk: Times New Roman; font 12; A4; 1,5 spasi; min. 2 lembar:
· Djayadi Hanan, Gerakan Pelajar Islam di Bawah Bayang-bayang Negara, PB PII & UII Press
· Abdul Qadir Djaelani, Kesalahan Sistem NKRI dan Krisis Multi Dimensi, Yayasan Pengkajian Islam Madinah Munawwarah
· Udo Yamin Efendi Majdi, Quranic Quotient: Menggali dan Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Qur’an, Qultum Media
· M. Syafii Antonio, Muhammad Super Leader Super Manager, Tazkia, 2005
            -Herry Nurdi, Jejak Fremason dan Zionis di Indonesia, Cakrawala publishing, 2006
            -Yusuf Al-Uqshari, Melejit dengan kreatif, Gema Insani, 2005
-Dr. Umar Sulaiman Abdulla Al-Asyqar, Ikhlas agar amal tak sia-sia, Gadika Pustaka, 2009
-Najamuddin, Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an, PT Pustaka Insan Madani, 2008

8.      Membuat makalah asli, dengan tema ( pilih salah satu ) :
-          Aku bangga menjadi muslimah
-          Tekhnologi dan karakter manusia modern
-          Profil Ideal kader PII sebagai cermin masa depan
-          Tanda-tanda akhir zaman
-          Media di era globalisasi

9.      Ditulis dalam bentuk: Times New Roman, kertas A4; 1,5 spasi; minimal isi makalah 4 lembar dengan referensi/daftar pustaka minimal 5 buah:

10.  Dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
-          Halaman muka berisi:
Tema makalah
Makalah ini ditujukan untuk memenuhi pesyaratan LIT tahun …… di…
Logo PII
Nama Lengkap Kader
Asal Daerah
-          Bab I. Pendahuluan (1 lembar)
a. Latar belakang pemilihan tema
-     II. Pembahasan (4 lembar)
      a. Masalah yang ada
      b. Ungkapan para tokoh tentang masalah tersebut
                  c. Analisa pribadi
-    III. Penutup (2 lembar)
     a. Kesimpulan dan solusi
                 b. Saran
11.  Membawa Min. 3 buku bacaan mengenai :
-          Keislaman ( Teologi, Mazhab, Tasawuf, Aqidah, Ibadah, Akhlaq )
-          Pendidikan
-          Ideologi dan Kebangsaan
-          Keorganisasian
-          Keindonesiaan
-          Psikologi
-          Sosiologi
-          Antropologi
-          Ke-PII an
-          Komunikasi
-          Sejarah
-          Kepemimpinan
-          Hukum dan Perundang-uandangan
-          IPTEK ( Ilmu pengetahuan & Tekhnologi )

12.  Lulus Interview oleh tim instruktur

Minggu, 08 Mei 2011

KUMPULAN MASALAH

Pada saat ini sebagian Ummat manusia dirundung permasalahan yang kompleks, para teolog terus merenung dan berfikir, para filosof masih mencari jati diri kehidupannya, para sufi sedang terus menikmati senggama dengan tuhannya, para agamawan sibuk dengan penyesuaian agamanya terhadap zaman, para intelektual terus memuja ilmu, para karyawan sibuk dengan gajinya, para buruh sibuk mengelap keringatnya, para pemuda sibuk dengan masa depannya, para ibu sibuk dengan anaknya, para anak sibuk dengan mainannya.

bukan ingin menghujat dunia yang sedang kelam, bukan juga ingin menaruh lumpur pada dunia yang sudah berada pada sumur tua yang ditinggal pemiliknya, tapi menurutku permasalahan itu harus diungkap agar anak cucuku atau kawanku atau tetanggaku yang mendengar dapat mendiskusikan dan memberikan aksi nyata menerangi dunia ini.

saat ini dihampir seluruh dunia sedang berpesta-pora dan membanggakan serta mengagungkan demokrasi yang disimbolkan dengan demonstrasi dan pemilihan umum, walau Abraham Lincoln ( mantan presiden AS ) berkata : " Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, Winston Churchil ( PM inggris pasca PD dua ) mengatakan " demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari pemerintahan, Ayatullah Khomeini ( pendiri Iran ) berbicara : " demokrasi adalah bentuk dari prostitusi, yang banyak yang berkuasa, kekuasaan adalah milik Allah, tapi pada saat ini Demokrasi masih dibanggakan dan diagungkan bak seluruh masyarakat berada dalam hipnotis universal.
fakta berbicara, demokrasi hanyalah alat yang membawa zaman pada hedonisme, kapitalisme dan deskontruksi fitrah jiwa sosial manusia, demokrasi adalah pemberian ruang kepada orang ( bodoh ) yang teroganisir untuk bersatu dan meraih kemenangan guna membodohkan masyarakat banyak ( Plato ).
jadi apakah demokrasi solusi atau kotoran kehidupan manusia?

kerusakan alam sudah menjadi bagian yang terintegral dengan kehidupan kehidupan universal manusia, tak usah jauh, hitunglah berapa keringat yang dihasilkan akibat panas bumi pada badan anda saat siang hari, lihatlah selokan - selokan yang ada disekitar anda, betapa hitam kelamnya seperti mencerminkan dunia saat ini, kalau kita lihat agak jauh ( dari jakarta ). papua misalnya, gunung jayawijaya yang merupakan gunung es mulai hancur akibat pertambangan yang menghasilkan panas bumi, bukan hanya itu, papua saat ini sedang menjadi musium kejahatan terdahsyat, dimana bukan hanya kejahatan ekosistem, namun kejahatan ekonomi, sosial, politik dan kawan - kawan..

agama, disaat para tokoh lintas agama bersatu mencoba menghilangkan frame bahwa agama hanya mengatur akhirat dengan mencolek sedikit pemerintah dengan sebuah slogan " Tahun membongkar kebohongan ",  tiba - tiba pemerintah yang cengeng pun membalasnya dengan kasus - kasus pengadu domba seperti, kekerasan terhadap ahmadiyah, penyerangan gereja, dan terakhir yang masih hangat kasus bom buku kepada orang - orang yang kontra pada Islam.
dan akhirnya memberikan teror pada masyarakat bahwa Islam itu kejam dan akan bermuara pada Islamophobia.

karena aku Islam, ku juga ingin mengungkap masalah Islam saat ini.
mungkin satu aja yak, dah agak berat soalnya nih mata...
Ummat Islam saat ini telah terpecah, entah siapa yang awalnya memecahkan kesatuan Islam tersebut, konon katanya karena beda imam, ada yang bilang beda dalam menafsirkan hukum Islam, sehingga kita sering dengar ada Islam Sunni, Islam Syi'ah, Islam Muhammadiyah, Islam salafi, Islam Hizbut Tahrir, Islam Ikhwan Muslimin, Islam NU, Islam Persis, Islam Liberal, Islam Pancasila ( nasionalis ), Islam Radikal, Islam Fundamental dan mungkin masih banyak Islam yang lainnya atau ada juga yg mungkin suka dengan Islam dan menjadikan golongannya ingin menjadi Islam macam ahmadiyah..
sayangnya perbedaan itu bukan lagi menjadi ajang perkenalan seperti apa yang Tuhan ajarkan, tetapi sudah menjadi alat perang.
tapi menurutku masalah inti Islam bukan hanya pada perpecahan, namun wawasan tentang Islam itu sendiri yang seperti diskenariokan agar membingungkan, bukan hanya dalam perbedaan pendapat pada hal furu' seperti yang sering diagungkan oleh Islam - Islam diatas ( upz keceplosan, alahmaaaak lancang kali ni tangan ) hehehe, tetapi juga pada konsep membangungkan Ummat Islam dari tidur panjang dalam tugasnya untuk merahmatkan seluruh alam sebagai tugas ke khalifahannya, ada yang bilang Islam harus berpolitik, ada yang bilang g boleh, ada yang bilang Islam harus menyesuaikan dengan zaman, ada juga yang bilang zaman harus tunduk dan patuh pada Islam.
hmmmmmmm, aku cuma bisa bilang sambil sedikit meniru Kanda Ahmad Wahib :

Aku bukan Sunni
Aku bukan Syi'ah
Aku bukan Salafi
Aku bukan Muhammadiyah
Aku bukan NU
Aku Bukan Persis
Aku Bukan HT
Aku Bukan IM
Aku bukan Islam pancasila
Aku bukan Liberal
Aku bukan Fundamental
Aku bukan radikal
dan aku bukan Islam - Islam lainnya
TAPI AKU ADALAH SEMUANYA..

Aku juga bukan Islam masa lalu, Islam saat ini dan Islam masa depan
Namun Islamku adalah Islamnya adam, Islamnya Ibrahim, Islamnya Daud, Islamnya Isa, Islamnya Muhammad dan Islamnya manusia Tauhid..

mudah - mudahan itulah Islam menurutmu Tuhan..

yazid, seorang pelajar jalanan yang sedang belajar menulis dan menginginkan koreksi serta dialektika tentang tulisan ini.

( Mentra 58, 18 maret '11 )

Sabtu, 23 April 2011

TERDOKTRIN DALAM DIAM

Kata-kata adalah media transformasi informasi paling populer antar persona. Tapi ternyata kata-Kata adalah sarana paling terbatas untuk menginformasikan pesan.

Sufi punya pengalaman yang luarbiasa dalam kondisi fanaa. Namun ketika mereka ingin menyampaikan apa yang mereka rasakan, ternyata mereka menemukan kata-kata dalam bahasa ternyata sangat terbatas. Mau tidak mau sufi harus menggunakan sarana yang sangat terbatas itu meskipus nyatanya penggunaan kata-kata untuk menginformasikan pengalaman mistik sufi telah banyak mendeskriminasi dengan cara mereduksi  pengalaman mistik luarbiasa yang mereka rasakan.

Seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang pemudi tidak mampu memberi alasan kenapa dia mencintai. Ketika dipaksakan mengungkapkan alasan maka dia akan mereduksi apa yang ia sedang alami dan rasakan. Misalnya dia memberi alasan mencinta si pemudi karena kulinya kuning langsat, karena hidungnya mancung dan badannya langsing. Sebenarnya alasan-alasan yang dikemukakan itu hanyalah alasan-alasan simbolis untuk melambangkan atau mewakilkan rasa cintanya. Meskipun boleh jadi kulit, hidung dan postur tubuh si pemudi tidak berhubungan sama-sekali dengan cinta yang ia rasakan.

Ketika filsuf harus membahasakan penemuan pemikirannya, mereka akan menggunakan istilah-istilah yang sangat asing dan susah dimengerti masyarakat awam.

Filsafat mencapai muaranya pada tangan Nietzsche. Dia memiliki kesulitan yang besar untuk membahasakan filsafatnya sehingga dia memilih jalur sastra sebagai media transformasi pemikiran filosofisnya yang sangat mendalam. Namun ketika aliran sungai itu mendekati bibir samudra, maka Nietzsche memilih bungkam karena kata-kata tidak mampu magi menampung isi gagasannya.

Banyak sufi memilih diam merenungkan keindahan pengalaman mistinya. Diam mereka anggap lebih baik daripada mengkomunikasikannya melalui bahasa sebab tidak ingin mereduksi keindahan pengalamannya kedalam kata-kata. Mereka takjub dalam keheningan.

Dalam diam, tidak ada yang distorsasi. Lihatlah bagaimana Ikal mampu menangkap seluruh pesan dari ayahnya melalui diam. Menjelang hari tua, Habibi dan Ainun lebih sering berkomunikasi dalam diam. Aku pula membaca pesan, nasihat dari ayahku melalui diamnya. Dengan melihat raut wajahnya aku paham isi hatinya tanpa harus ayah mereduksikan pesannya melalui kata-kata. Aku terdoktrin melalui diam.

Nabi Basar adalah sosok yang berbeda. Beliau adalah makhluk Allah yang paling berpengetahuan dan berwawasan luas. Bila ahli Astronomi baru mengetahui beberapa hal mengenai galaksi, maka Nabi bahkan telah pergi mengunjungi Sidratul Muntaha. Namun Nabi besar mampu untuk komunikatif dengan ummatnya yang dianggap jihiliyah. Nabi mampu memberi penjelasan sesuai batas nalar ummatnya meski pengetahuan beliau jauh lebih luas daripada mereka.

Nabi memiliki ilmu paling tinggi melebihi filsuf dan sastrawan, namun beliau mampu menyampaikan pesan besarnya kepada masyarakat yang paling rendah nalarnya sekalipun. Nabi Besar patut dijadikan contok sosok yang paling mampu mengobjektiivikasi konsep besar yang beliau bawa kepada masyarakat yang berbanding lurus dari konsep yang beliau bawa.

 Miswari : Kabid Eksternal PB PII

Mentra 58, 22 April 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...